Tampilkan postingan dengan label kotoran hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotoran hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2018

Mesin Penggiling Kotoran Hewan Untuk Kompos

Kotoran hewan merupakan sumber nutrisi yang baik untuk meningkatkan kesuburan serta kegemburan tempat pertanian. Untuk bikin kotoran hewan dapat digunakan dengan optimal, karena itu kotoran hewan itu butuh di proses jadi pupuk kompos lebih dulu. 

Pemrosesan kotoran sapi jadi pupuk kompos bisa dikerjakan oleh peternak atau petani dengan individu karena triknya yang simpel, gampang serta berbahan dapat diketemukan di lingkungan sekitar peternak atau petani. 

Tersebut Faedah Pupuk Kompos dari kotoran Sapi yang Mesti Anda Tahu : 
1. Melakukan perbaikan susunan tanah berlempung hingga jadi mudah. 
2. Menguatkan daya ikat tanah berpasir hingga tanah tidak berderai. 
3. Meningkatkan daya ikat tanah pada air serta unsur-unsur hara tanah. 
4. Melakukan perbaikan drainase serta tata hawa dalam tanah. 
5. Mempunyai unsur hara yang komplet (banyaknya bergantung berbahan pembuat pupuk kompos). 
6. Menolong proses pelapukan bahan mineral. 
7. Memberi ketersediaan bahan makanan untuk mikroba. 
8. Turunkan kegiatan mikroorganisme merugikan.

Kami menyediakan mesin - mesin pengolahan limbah - limbah peternakan yang selama ini diabaikan namun bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai khusus nya kotoran hewan, kotoran hewan dapat diolah menjadi bahan baku pupuk kandang ataupun untuk bahan tambahan pembuatan kompos. Kotoran hewan mengandung unsur hara yang baik untuk bahan pupuk tanaman setelah mengalami proses pengolahan lanjutan. Disini kami memeberikan informasi tentang mesin pengolahan pupuk dari kotoran hewan berupa mesin penggiling kotoran hewan dan mesin pengayak kompos.


A. Mesin Penggiling / Penghancur Kohe ( kotoran hewan )

mesin penghancur kotoran sapi, ayam, kambing

Fungsi : menghancurkan atau menggiling kotoran hewan seperti kotoran sapi, ayam, burung,    kambing, dan kotoran hewan lainnya dengan persyaratan harus dalam kondisi kering agar proses penggilingannya sempurna

Spesifikasi
Tipe                              : KM-KH1000 
Dimensi                       : 1200 x 630 x 1200 mm
Pengerak                     : Diesel 16  HP
Material Tabung          : Mild Steel
Material Rangka          : Siku, UNP    
Material Cover            : Mild Steel
Material Penggiling    : Mild Steel
Transmisi                    : Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                     :
·         500-600 kg/jam - dengan ukuran screen 3 mm
·         750-1000 kg/jam - dengan ukuran screen 6 mm
·         1000-1500 kg/jam- dengan ukuran screen 12 mm

Tipe                              : KM-KH800
Dimensi                       : 1000 x 600 x 1100 mm
Pengerak                     : Diesel 12  HP
Material Tabung          : Mild Steel
Material Rangka          : Siku, UNP    
Material Cover            : Mild Steel
Material Penggiling    : Mild Steel
Transmisi                    : Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                     :
·         300-400 kg/jam - dengan ukuran screen 3 mm
·         500-750 kg/jam - dengan ukuran screen 6 mm
·         800-1200 kg/jam- dengan ukuran screen 12 mm

Tipe                              : KM-KH500
Dimensi                       : 900 x 550 x 1100 mm
Pengerak                     : Diesel 8  HP
Material Tabung          : Mild Steel
Material Rangka          : Siku, UNP    
Material Cover            : Mild Steel
Material Penggiling    : Mild Steel
Transmisi                    : Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                     :
·         200-300 kg/jam - dengan ukuran screen 3 mm
·         400-500 kg/jam - dengan ukuran screen 6 mm
·         550-750 kg/jam- dengan ukuran screen 12 mm


B. Mesin Pengayak Kohe ( kotoran hewan )

mesin sortasi kotoran hewan, mesin sortasi kompos

Fungsi : mengayak atau memisahkan kotoran hewan seperti kotoran sapi, ayam, burung,   kambing, dan kotoran hewan lainnya setelah atau hasil penggilingan di mesin penggiling kotoran hewan

  • Tipe                            : Cone (Kerucut) Segi 6
  • Sistem                         : Rotary
  • Diameter                     :  50 cm (tirus)
  • Dimensi                       : 2100x500x800 mm
  • Kapasitas                     : 250-400 kg/jam
  • Pengerak                     : Engine Bensin 5,5 HP
  • Material Rangka          : Siku Besi Dan UNP Besi
  • Material Screen           : Besi
  • Transmisi                     : V-belt dan pulley
  • Ukuran mesh               : 6
  • Tipe                            : Cone (Kerucut) Segi 6
  • Sistem                         : Rotary
  • Diameter                     :  80 cm (tirus)
  • Dimensi                       : 3250x800x1000 mm
  • Kapasitas                     : 400-600 kg/jam
  • Pengerak                     : Diesel 8 HP
  • Material Rangka          : Siku Besi Dan UNP Besi
  • Material Screen           : Besi
  • Transmisi                     : V-belt dan pulley
  • Ukuran mesh               : 6

Minggu, 05 Agustus 2018

Bokashi Teknologi Baru Pengomposan

Image result for kompos bokashi

Bokashi merupakan suatu cara pengomposan yang bisa memakai starter aerobik ataupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang umumnya berbentuk kombinasi molasses, air, starter mikroorganisme, serta sekam padi. Kompos yang telah jadi bisa dipakai beberapa untuk proses pengomposan selanjutnya, hingga proses ini bisa diulangi lewat cara yang lebih efektif. Starter yang dipakai sangat beragam, bisa diinokulasikan bermaterial simpel seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, natto, anggur, bahkan juga bir, selama material itu memiliki kandungan organisme yang dapat lakukan proses pengomposan. 

Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur biasanya jadi material yang dikomposkan, dengan starter serta bahan penambahan sebagai pembawa starter seperti sekam padi, bekas gergaji kayu, maupun kulit gandum serta batang jagung (Yusuf, 2000). Mikroorganisme starter biasanya berbentuk bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komune bakteri, memfermentasikan sampah dapur serta percepat pembusukan materi organik. 

Biasanya pengomposan berjalan saat 10-14 hari. Kompos yang dibuat akan tampak berlainan dengan kompos biasanya ; kompos bokashi akan tampak hampir sama juga dengan sampah aslinya akan tetapi lebih pucat. Pembusukan akan berlangsung selekasnya sesudah pupuk kompos diletakkan didalam tanah. Pengomposan bokashi cuma bertindak menjadi pemercepat proses pembusukan sebelum material organik dikasihkan ke alam. 

Pupuk Bokashi, menurut Wididana et al (1996) bisa melakukan perbaikan karakter fisika, kimia, serta biologi tanah, tingkatkan produksi tanaman serta mengawasi stabilitas produksi tanaman, dan membuahkan kualitas serta jumlah hasil pertanian yang berwawasan lingkungan. Pupuk bokashi tidak tingkatkan unsur hara tanah, akan tetapi cuma melakukan perbaikan karakter fisika, kimia, serta biologi tanah, hingga pupuk anorganik masih tetap dibutuhkan (Cahyani, 2003). Pupuk bokashi, seperti pupuk kompos yang lain, bisa digunakan untuk tingkatkan kandungan material organik pada tanah yang keras seperti tanah podzolik hingga bisa tingkatkan aerasi tanah serta kurangi bulk density tanah (Susilawati, 2000, serta Cahyani, 2003). Berdasar pada hasil riset Cahyani (2003), Menambahkan pupuk bokashi memiliki bahan basic arang sekam padi bisa tingkatkan nilai batas cair serta batas plastis tanah latosol, akan tetapi berlangsung penambahan indeks plastisitas. Menambahkan bokashi arang sekam padi juga punya pengaruh pada kemampuan geser tanah serta penambahan tinggi maximum tanaman. Bokashi dapat juga dipakai untuk kurangi kelengketan tanah pada alat serta mesin bajak hingga bisa tingkatkan perform alat serta mesin bajak (Yusuf, 2000), dengan pengaplikasian bokashi sebelum pemrosesan tanah dikerjakan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bokashi

Rabu, 01 Agustus 2018

INOVASI BARU Kompos Rumput Laut



Bila kita mengingat rumput laut tentu pikiran kita tertuju pada agar-agar. Ya, bahan penganan yang satu ini benar-benar sangat familiar di kelompok penduduk Indonesia. Rasa-rasanya yang kenyal serta dapat dibikin beragam warna serta perasaan membuatnya begitu disuka dari anak-anak sampai orang dewasa. 

Tetapi tahukah anda jika sampah industri pembuatan agar-agar jadi salah satunya industri penyumbang polutan paling besar di negeri ini? 

Berdasar pada data yang di keluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 lewat PROPER (Program Penilaian Rangking Kapasitas Perusahaan) mengatakan ada 152 perusahaan yang masuk daftar merah, serta diantaranya merupakan Industri pemrosesan rumput laut (KLH, 2010). 

Kejadian semacam ini dapat berlangsung bila perusahaan tidak memproses sampah yang dibuat dengan benar, dilewatkan menumpuk di satu tempat tanpa dekomposisi yang benar serta pada akhirnya memunculkan berbau busuk, air lindinya juga bisa mengotori sumber air masyarakat. Peristiwa semacam ini sempat berlangsung didaerah saya, hingga mengakibatkan memprotes masyarakat yang berbuntut pada penutupan pabrik. 

Tulisan ini juga di inspirasi oleh salah seseorang entrepreneur pupuk di daerah saya yang menyimpan sampah rumput laut dari PT. Satelit Sriti, di proses kembali jadikan serbuk serta di jual lagi ke peternak sapi menjadi penambahan pakan konsentrat. Kenyataan dilapangan mengatakan menambahkan sampah rumput laut dapat meningkatkan berat sapi kereman semakin besar dibanding tanpa dikasih penambahan sampah rumput laut. Asumsinya bila untuk pakan ternak sampah rumput laut begitu bagus, pasti sangat bagus bila dipakai menjadi bahan penambahan pembuatan kompos tidak hanya cocopeat serta kohe. Ditambah lagi sampah rumput laut begitu murah cuma Rp. 500, - per kg. 

Kandungan rumput laut 

Dalam laporan riset sampah rumput laut kering memiliki kandungan 11, 28% air, kandungan abu 36, 05%, kandungan lemak 0, 42%, kandungan protein 1, 86%, kandungan serat kasar 9, 86%, serta karbohidrat 41, 43% (Harvey 2009). Diluar itu juga memiliki kandungan vitamin-vitamin komplet untuk metabolisme seperti A, B1, B2, B6, B12, C, betakaroten, fosfor, kalium, zat besi serta yodium. juga mengadung asam amino essensial yang tambah tinggi dibanding yang diputuskan FAO serta WHO. Riset CR Blatt dari Kanada memberikan laporan, pupuk rumput laut kaya unsur hara K, Ca, Mg, Mn, serta B. Tingginya unsur hara tanaman itu begitu berguna buat tanaman serta tanah. Ucap saja Mg yang diperlukan tanaman menjadi penyusun klorofil. Ca dapat mengatur PH tanah yang masam. (Trubus, 2006) 

Pengalaman Bpk Soerianto Kusnowirjono di Jakarta Pusat yang membenamkan sampah rumput laut menjadi media tanam di tabulampot Sawo manila kepunyaannya, dapat menggenjot 3 x lipat kemampuan buah yang sebelumnya 143 – 145 buah per pohon jadi 431 buah! yang mengagetkan pohon sawonya tidak tambah tinggi dari manusia normal.. mengagumkan bukan! 

Langkah memproses sampah rumput laut 

Sebetulnya sampah rumput laut tidak susah didekomposisi sama dengan jerami, kohe, serasah dan lain-lain. yang dibutuhkan cuma media mikroba pengurai untuk mendegradasi serat selulosa jadi zat yang dapat diserap tanaman. Dapat EM4, trichoderma, mol buah, mol bonggol dsb…Bahan sampah rumput laut akan hancur dalam 14 hari- 21 hari pengomposan. Untuk media tanam di tempat dapat digabungkan dengan cocopeat serta kompos kotoran hewan. perbandingan bisa 20% kompos sampah rumput laut, 30% cocopeat serta 50% kompos kohe Ini searah dengan riset Akhmad Kamaluddin Afif dari IPB yang mengatakan komposisi 20% sampah rumput laut memberi perkembangan optimal pada tanaman Pakcoy di banding dengan 30% (Akhmad Kamaluddin Afif, 2011) 

Bukti lainnya “keperkasaan” sampah rumput laut merupakan bahan ini telah dikomersialisasikan jadi pupuk organik tabur ber merk Plantagar oleh salah satunya produsen pupuk di Jakarta. Bila di lingkungan anda terdapat banyak sampah rumput laut, tunggulah ditambah lagi, selekasnya olah. Selain dapat kurangi rusaknya lingkungan dapat juga jadikan pilihan pupuk murah dan meriah serta dapat jadikan tempat usaha.

Sumber : https://oksigenpertanian.wordpress.com/2013/05/03/kompos-rumput-laut/

Sabtu, 21 Juli 2018

Serba Serbi Kompos Lengkap



Kompos adalah pupuk yang dibikin dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan ataupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer dapat berbentuk mikroorganisme maupun makroorganisme. Kompos berperan menjadi sumber hara serta media tumbuh buat tanaman. 

Disaksikan dari proses membuatnya ada dua jenis langkah membuat kompos, yakni lewat proses aerob (dengan hawa) serta anaerob (tanpa hawa). Ke-2 cara ini membuahkan kompos yang sama sebaiknya cuma saja bentuk fisiknya agak dikit berlainan. 

Langkah membuat kompos cara aerob 

Proses pembuatan kompos aerob baiknya dikerjakan ditempat terbuka dengan aliran hawa yang baik. Ciri-ciri serta type bahan baku yang pas untuk pengomposan aerob merupakan material organik yang memiliki perbandingan unsur karbon (C) serta nitrogen (N) kecil (di bawah 30 : 1), kandungan air 40-50% serta pH seputar 6-8. Misalnya merupakan hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang serta kotoran unggas. 

Jika kekurangan bahan yang megandung karbon, dapat ditambahkan arang sekam padi ke adonan pupuk. 

Langkah membuat kompos aerob menghabiskan waktu 40-50 hari. Memang perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan cara ini. Kita mesti mengatur dengan cermat suhu serta kelembapan kompos waktu proses pengomposan berjalan. Dengan cara berkala, tumpukan kompos mesti di balik untuk menyetabilkan suhu serta kelembabannya. 

Di bawah ini langkah membuat kompos aerob : 

Sediakan tempat seluas 10 mtr. persegi untuk tempat pengomposan. Sangat baik jika tempat pengomposan dikasih peneduh untuk hindari hujan. 
Buat bak atau kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 mtr. serta panjang 1, 5 mtr.. Pilih papan kayu yang mempunyai lebar 30-40 cm. 
Sediakan material organik dari sisa-sisa tanaman, juga bisa digabung dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik itu sampai jadi potongan-potongan kecil. Makin kecil potongan bahan organik makin baik. Tetapi jangan pernah sangat halus, supaya aerasi dapat berjalan prima waktu pengomposan berjalan. 
Input bahan organik yang telah dicacah ke bak kayu, kemudidan padatkan. Isi semua bak kayu sampai penuh. 

Siram bahan baku kompos yang telah tersusun dalam kotak kayu untuk memberi kelembapan. Untuk percepat proses pengomposan dapat ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke tumpukan kompos itu. Kemudian, naikkan bak papan ke atas lalu imbuhkan lagi beberapa bahan lainnya. Kerjakan selalu sampai ketinggian kompos seputar 1, 5 mtr.. 
Sesudah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik sampai 65oC, biarlah kondisi yang panas ini sampai 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur serta gulma. Memang perlu dilihat, proses pembiaran jangan pernah lebih dari 4 hari. Karena punya potensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Jika mikroorganisme dekomposer turut mati, kompos semakin lebih lama matangnya. 
Sesudah hari ke-4, turunkan suhu untuk menahan kematian mikroorganisme dekomposer. Jagalah suhu optimum pengomposan pada rata-rata 45-60oC serta kelembapan pada 40-50%. Langkah melindungi suhu yaitu dengan membolak-balik kompos, sedang untuk melindungi kelembapan siram kompos dengan air. Pada keadaan ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita dapat tutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, juga sekaligus membuat perlindungan kompos dari siraman air hujan. 
Langkah membalik kompos baiknya dikerjakan dengan cara tersebut. Angkat bak kayu, bebaskan dari tumpukan kompos. Lantas letakan persis selain tumpukan kompos. Lalu pindahkan sisi kompos yang teratas dalam bak kayu itu sekalian diaduk. Kerjakan seperti isi kompos di step awal. Kerjakan selalu sampai semua tumpuka kompos beralih kesampingnya. Dengan demikian, semuanya kompos di pastikan telah terbalik semuanya. Proses pembalikan baiknya dikerjakan tiap-tiap 3 hari sekali hingga sampai proses pengomposan usai. Atau balik jika suhu serta kelembapan melewati batas yang dipastikan. 
Jika suhu telah konstan di bawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan serta volume berkurang sampai 50% hentikan proses pembalikan. Setelah itu proses pematangan sepanjang 14 hari. 
Dengan cara teoritis, proses pengomposan usai sesudah 40-50 hari. Tetapi sebenarnya dapat lebih cepat atau lebih lambat bergantung dari kondisi dekomposer serta bahan baku kompos. Pupuk kompos yang sudah masak dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau. 
Untuk melakukan perbaikan tampilan (jika pupuk kompos akan di jual) serta supaya bisa disimpan lama, baiknya kompos diayak serta di kemas dalam karung. Taruh pupuk kompos ditempat kering serta teduh. 

Langkah membuat kompos cara anaerob 
Langkah membuat kompos dengan cara anaerob umumnya membutuhkan inokulan mikroorganisme (starter) untuk percepat proses pengomposannya. Inokulan terbagi dalam mikroorganisme pilihan yang dapat menguraikan bahan organik secara cepat, seperti efisien mikroorganime (EM4). 

Di market ada juga type inokulan dari beberapa merk seperti superbio, probio, dan lain-lain. Jika tidak ada dana yang cukuplah, kita dapat juga membuat sendiri inokulan efisien mikroorganisme. 

Bahan baku yang dipakai baiknya material organik yang memiliki perbandingan C serta N tinggi (lebih dari 30 : 1). Beberapa salah satunya merupakan serbuk gergaji, sekam padi serta kotoran kambing. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kompos dengan cara anaerob dapat 10-80 hari, bergantung pada efektifitas dekomposer serta bahan baku yang dipakai. Suhu maksimal sepanjang proses pengomposan sekitar 35-45oC dengan tingkat kelembapan 30-40%. 

Tersebut bagian langkah membuat kompos dengan proses anaerob. 

Sediakan bahan organik yang akan dikomposkan. Baiknya pilih bahan yang lunak terbagi dalam limbah tanaman atau hewan. Bahan yang dapat dipakai diantaranya, hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dan lain-lain. Rajang bahan itu sampai halus, makin halus makin baik. 
Sediakan dekomposer (EM4) menjadi starter. Triknya, campur 1 cc EM4 dengan 1 liter air serta 1 gr gula. Lalu diamkan sepanjang 24 jam. 
Ambillah terpal plastik menjadi alas, taruh bahan organik yang telah dirajang halus diatas terpal. Campur serbuk gergaji pada bahan itu untuk meningkatkan nilai perbandingan C serta N. Lalu semprotkan larutan EM4 yang sudah diencerkan yang barusan. Aduk hingga sampai rata, jagalah kelembapan pada rata-rata 30-40%, jika kurang lembab dapat disemprotkan air. 
Sediakan tong plastik yang kedap hawa. Input bahan organik yang telah digabung yang barusan. Lalu tutup rapat-rapat serta diamkan sampai 3-4 hari untuk melakukan proses fermentasi. Suhu pengomposan ketika fermentasi akan sekitar 35-45oC. 
Sesudah empat hari teliti kematangan kompos. Pupuk kompos yang masak dicirikan dengan baunya yang harum seperti bau tape. 

Cara Pembuatan Pupuk Kompos Kotoran Sapi Paling Tepat



Kotoran hewan merupakan sumber nutrisi yang baik untuk meningkatkan kesuburan serta kegemburan tempat pertanian. Untuk membuat kotoran hewan dapat digunakan dengan optimal, jadi kotoran hewan itu memang perlu di proses jadi pupuk kompos lebih dahulu. 

Pemrosesan kotoran sapi jadi pupuk kompos bisa dikerjakan oleh peternak atau petani dengan cara individu karena triknya yang simpel, ringan serta berbahan dapat diketemukan di lingkungan sekitar peternak atau petani. 

Faedah Kotoran Sapi 

Pemrosesan kotoran sapi yang mempunyai kandungan N, P serta K tinggi menjadi pupuk kompos dapat penuhi unsur hara yang diperlukan oleh tanah serta melakukan perbaikan susunan tanah supaya jadi sangat baik. 

Tanah yang baik atau sehat, kelarutan unsur-unsur anorganik akan bertambah. tersedianya asam amino, vitamin, zat gula serta beberapa zat bioaktif dari hasil kegiatan mikroorganisme efisien pada tanah bertambah, mengakibatkan perkembangan tanaman jadi makin optimal. 

Tersebut Faedah Pupuk Kompos dari kotoran Sapi yang Mesti Anda Tahu : 
1. Melakukan perbaikan susunan tanah berlempung hingga jadi mudah. 
2. Menguatkan daya ikat tanah berpasir hingga tanah tidak berderai. 
3. Meningkatkan daya ikat tanah pada air serta unsur-unsur hara tanah. 
4. Melakukan perbaikan drainase serta tata hawa dalam tanah. 
5. Mempunyai unsur hara yang komplit (banyaknya bergantung berbahan pembuat pupuk kompos). 
6. Menolong proses pelapukan bahan mineral. 
7. Memberi ketersediaan bahan makanan untuk mikroba. 
8. Turunkan kegiatan mikroorganisme merugikan. 

Bahan Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi 
Bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos dari kotoran sapi yakni : 
-Kotoran sapi minimum 80 – 83% serta semakin bagus bila bercampur dengan urin 
-Serbuk gergaji atau sekam atau jerami 
-Abu dapur 10% 
-Kapur pertanian 2% 
-Bahan pemacu mikroorganisame (Stardec) 0, 25%. 

Stardec merupakan salah satunya merk dagang darai bahan pemacu mikroorganisme yang berperan stimulan untuk perkembangan mikroba. 

Tetapi bila sangat terpaksa Stardec tidak ada, jadi dapat ditukar dengan kompos yang sudah jadi, karena didalam kompos juga ada agregat bakteri atau cendawan pengurai bahan organik yang tengah dorman. 

Beberapa langkah Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi 

Sesudah semuanya bahan ada, waktunya kerjakan beberapa langkah pengomposan. Langkah membuat merupakan seperti berikut ini : 

Campur semuanya bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk kompos yakni kotoran sapi, serbuk gergaji, abu serta kapur dengan rata. lalu tumpuk ditempat yang terproteksi dari cahaya matahari serta hujan dengan cara langsung. 

Sangat baik bila ditumpuk ditempat pembuatan pupuk kompos yang spesial. Biarlah sepanjang 1 hari. 

Besoknya sisir tumpukan bahan kompos lalu taburi memakai stardec, aduk hingga sampai rata. lalu tumpuk lagi dengan ketinggian minimum 80 cm. 
Biarlah tumpukan terbuka hingga sampai 7 hari, tetapi mesti masih dijaga supaya terlepas dari panas serta hujan. Di hari ke 7, balik tumpukan supaya memasok oksigen dapat masuk dalam bahan dengan rata. Oksigen diperlukan untuk kegiatan mikroba. Pambalikan bahan dikerjakan tiap-tiap 7 hari sekali. 
Kegiatan mikroba dapat diikuti karenanya ada penambahan suhu. Umumnya penambahan suhu berlangsung mendekati hari ke 8 hingga sampai hari ke 21. Di hari ke 28 suhu akan alami penurunan kembali. Kenaikan suhu yang berlangsung dapat sampai 300oC. Suhu yang tinggi ini akan membuat pupuk kompos jadi steril dari bibit gulma serta bakteri patogen. 
Kombinasi kotoran sapi itu telah jadi pupuk kompos bila suhu sudah netral serta warnanya hitam kecoklatan. 
Simak juga : Berikut Type serta Harga Ikan Discus Termahal yang Menarik Penggemar Ikan Hias 


Argumen Bahan Organik Kotoran Sapi Memang perlu Dikomposkan 
Beberapa argumen kenapa bahan organik seperti kotoran sapi memang perlu dikomposkan sebelum digunakan untuk pupuk tanaman diantaranya : 

Bila tanah memiliki kandungan cukuplah hawa serta air, penguraian bahan organik berjalan dengan cepat hingga dapat mengganggu perkembangan tanaman. 
Penguraian bahan fresh cuma sedikit memasok humus serta unsur hara ke tanah. 
Susunan bahan organik fresh begitu kasar serta daya ikatnya pada air kecil, hingga bila secara langsung dibenamkan menyebabkan tanah jadi begitu remah. 
Kotoran sapi tidak selamanya ada ketika dibutuhkan, hingga pembuatan pupuk kompos merupakan langkah penyimpanan bahan organik sebelum digunakan untuk pupuk. 


Kandungan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi 
Pupuk kompos dari kotoran sapi yang sudah usai dibikin ini dapat dipakai menjadi pupuk organik untuk semuanya type tanaman. Menurut hasil riset laboratorium, pupuk kompos dari kotoran sapi ini memiliki kandungan banyak sekali unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, salah satunya : 
-C/N ratio maximum 20 
-Total Nitrogen (N) 1, 81% 
-P205 1, 89% 
-K2O 1, 96% 
-CaO 2, 96% 
-MgO 0, 70% 
-Kapasitas Ganti Kation 75 me/100 g 
-pH 6, 5 – 7, 5 

Dengan kandungan semacam itu, pupuk kompos yang dibuat termasuk juga dalam kelompok pupuk organik berkualitas tinggi. Begitu baik untuk digunakan buat semuanya tanaman, tambak serta kolam ikan.

Sumber : https://cara.pr/cara-membuat-pupuk-kompos-dari-kotoran-sapi/