Tampilkan postingan dengan label mesin pengolahan limbah organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin pengolahan limbah organik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2018

INOVASI BARU Kompos Rumput Laut



Bila kita mengingat rumput laut tentu pikiran kita tertuju pada agar-agar. Ya, bahan penganan yang satu ini benar-benar sangat familiar di kelompok penduduk Indonesia. Rasa-rasanya yang kenyal serta dapat dibikin beragam warna serta perasaan membuatnya begitu disuka dari anak-anak sampai orang dewasa. 

Tetapi tahukah anda jika sampah industri pembuatan agar-agar jadi salah satunya industri penyumbang polutan paling besar di negeri ini? 

Berdasar pada data yang di keluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 lewat PROPER (Program Penilaian Rangking Kapasitas Perusahaan) mengatakan ada 152 perusahaan yang masuk daftar merah, serta diantaranya merupakan Industri pemrosesan rumput laut (KLH, 2010). 

Kejadian semacam ini dapat berlangsung bila perusahaan tidak memproses sampah yang dibuat dengan benar, dilewatkan menumpuk di satu tempat tanpa dekomposisi yang benar serta pada akhirnya memunculkan berbau busuk, air lindinya juga bisa mengotori sumber air masyarakat. Peristiwa semacam ini sempat berlangsung didaerah saya, hingga mengakibatkan memprotes masyarakat yang berbuntut pada penutupan pabrik. 

Tulisan ini juga di inspirasi oleh salah seseorang entrepreneur pupuk di daerah saya yang menyimpan sampah rumput laut dari PT. Satelit Sriti, di proses kembali jadikan serbuk serta di jual lagi ke peternak sapi menjadi penambahan pakan konsentrat. Kenyataan dilapangan mengatakan menambahkan sampah rumput laut dapat meningkatkan berat sapi kereman semakin besar dibanding tanpa dikasih penambahan sampah rumput laut. Asumsinya bila untuk pakan ternak sampah rumput laut begitu bagus, pasti sangat bagus bila dipakai menjadi bahan penambahan pembuatan kompos tidak hanya cocopeat serta kohe. Ditambah lagi sampah rumput laut begitu murah cuma Rp. 500, - per kg. 

Kandungan rumput laut 

Dalam laporan riset sampah rumput laut kering memiliki kandungan 11, 28% air, kandungan abu 36, 05%, kandungan lemak 0, 42%, kandungan protein 1, 86%, kandungan serat kasar 9, 86%, serta karbohidrat 41, 43% (Harvey 2009). Diluar itu juga memiliki kandungan vitamin-vitamin komplet untuk metabolisme seperti A, B1, B2, B6, B12, C, betakaroten, fosfor, kalium, zat besi serta yodium. juga mengadung asam amino essensial yang tambah tinggi dibanding yang diputuskan FAO serta WHO. Riset CR Blatt dari Kanada memberikan laporan, pupuk rumput laut kaya unsur hara K, Ca, Mg, Mn, serta B. Tingginya unsur hara tanaman itu begitu berguna buat tanaman serta tanah. Ucap saja Mg yang diperlukan tanaman menjadi penyusun klorofil. Ca dapat mengatur PH tanah yang masam. (Trubus, 2006) 

Pengalaman Bpk Soerianto Kusnowirjono di Jakarta Pusat yang membenamkan sampah rumput laut menjadi media tanam di tabulampot Sawo manila kepunyaannya, dapat menggenjot 3 x lipat kemampuan buah yang sebelumnya 143 – 145 buah per pohon jadi 431 buah! yang mengagetkan pohon sawonya tidak tambah tinggi dari manusia normal.. mengagumkan bukan! 

Langkah memproses sampah rumput laut 

Sebetulnya sampah rumput laut tidak susah didekomposisi sama dengan jerami, kohe, serasah dan lain-lain. yang dibutuhkan cuma media mikroba pengurai untuk mendegradasi serat selulosa jadi zat yang dapat diserap tanaman. Dapat EM4, trichoderma, mol buah, mol bonggol dsb…Bahan sampah rumput laut akan hancur dalam 14 hari- 21 hari pengomposan. Untuk media tanam di tempat dapat digabungkan dengan cocopeat serta kompos kotoran hewan. perbandingan bisa 20% kompos sampah rumput laut, 30% cocopeat serta 50% kompos kohe Ini searah dengan riset Akhmad Kamaluddin Afif dari IPB yang mengatakan komposisi 20% sampah rumput laut memberi perkembangan optimal pada tanaman Pakcoy di banding dengan 30% (Akhmad Kamaluddin Afif, 2011) 

Bukti lainnya “keperkasaan” sampah rumput laut merupakan bahan ini telah dikomersialisasikan jadi pupuk organik tabur ber merk Plantagar oleh salah satunya produsen pupuk di Jakarta. Bila di lingkungan anda terdapat banyak sampah rumput laut, tunggulah ditambah lagi, selekasnya olah. Selain dapat kurangi rusaknya lingkungan dapat juga jadikan pilihan pupuk murah dan meriah serta dapat jadikan tempat usaha.

Sumber : https://oksigenpertanian.wordpress.com/2013/05/03/kompos-rumput-laut/

Sabtu, 21 Juli 2018

Serba Serbi Kompos Lengkap



Kompos adalah pupuk yang dibikin dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan ataupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer dapat berbentuk mikroorganisme maupun makroorganisme. Kompos berperan menjadi sumber hara serta media tumbuh buat tanaman. 

Disaksikan dari proses membuatnya ada dua jenis langkah membuat kompos, yakni lewat proses aerob (dengan hawa) serta anaerob (tanpa hawa). Ke-2 cara ini membuahkan kompos yang sama sebaiknya cuma saja bentuk fisiknya agak dikit berlainan. 

Langkah membuat kompos cara aerob 

Proses pembuatan kompos aerob baiknya dikerjakan ditempat terbuka dengan aliran hawa yang baik. Ciri-ciri serta type bahan baku yang pas untuk pengomposan aerob merupakan material organik yang memiliki perbandingan unsur karbon (C) serta nitrogen (N) kecil (di bawah 30 : 1), kandungan air 40-50% serta pH seputar 6-8. Misalnya merupakan hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang serta kotoran unggas. 

Jika kekurangan bahan yang megandung karbon, dapat ditambahkan arang sekam padi ke adonan pupuk. 

Langkah membuat kompos aerob menghabiskan waktu 40-50 hari. Memang perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan cara ini. Kita mesti mengatur dengan cermat suhu serta kelembapan kompos waktu proses pengomposan berjalan. Dengan cara berkala, tumpukan kompos mesti di balik untuk menyetabilkan suhu serta kelembabannya. 

Di bawah ini langkah membuat kompos aerob : 

Sediakan tempat seluas 10 mtr. persegi untuk tempat pengomposan. Sangat baik jika tempat pengomposan dikasih peneduh untuk hindari hujan. 
Buat bak atau kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 mtr. serta panjang 1, 5 mtr.. Pilih papan kayu yang mempunyai lebar 30-40 cm. 
Sediakan material organik dari sisa-sisa tanaman, juga bisa digabung dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik itu sampai jadi potongan-potongan kecil. Makin kecil potongan bahan organik makin baik. Tetapi jangan pernah sangat halus, supaya aerasi dapat berjalan prima waktu pengomposan berjalan. 
Input bahan organik yang telah dicacah ke bak kayu, kemudidan padatkan. Isi semua bak kayu sampai penuh. 

Siram bahan baku kompos yang telah tersusun dalam kotak kayu untuk memberi kelembapan. Untuk percepat proses pengomposan dapat ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke tumpukan kompos itu. Kemudian, naikkan bak papan ke atas lalu imbuhkan lagi beberapa bahan lainnya. Kerjakan selalu sampai ketinggian kompos seputar 1, 5 mtr.. 
Sesudah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik sampai 65oC, biarlah kondisi yang panas ini sampai 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur serta gulma. Memang perlu dilihat, proses pembiaran jangan pernah lebih dari 4 hari. Karena punya potensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Jika mikroorganisme dekomposer turut mati, kompos semakin lebih lama matangnya. 
Sesudah hari ke-4, turunkan suhu untuk menahan kematian mikroorganisme dekomposer. Jagalah suhu optimum pengomposan pada rata-rata 45-60oC serta kelembapan pada 40-50%. Langkah melindungi suhu yaitu dengan membolak-balik kompos, sedang untuk melindungi kelembapan siram kompos dengan air. Pada keadaan ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita dapat tutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, juga sekaligus membuat perlindungan kompos dari siraman air hujan. 
Langkah membalik kompos baiknya dikerjakan dengan cara tersebut. Angkat bak kayu, bebaskan dari tumpukan kompos. Lantas letakan persis selain tumpukan kompos. Lalu pindahkan sisi kompos yang teratas dalam bak kayu itu sekalian diaduk. Kerjakan seperti isi kompos di step awal. Kerjakan selalu sampai semua tumpuka kompos beralih kesampingnya. Dengan demikian, semuanya kompos di pastikan telah terbalik semuanya. Proses pembalikan baiknya dikerjakan tiap-tiap 3 hari sekali hingga sampai proses pengomposan usai. Atau balik jika suhu serta kelembapan melewati batas yang dipastikan. 
Jika suhu telah konstan di bawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan serta volume berkurang sampai 50% hentikan proses pembalikan. Setelah itu proses pematangan sepanjang 14 hari. 
Dengan cara teoritis, proses pengomposan usai sesudah 40-50 hari. Tetapi sebenarnya dapat lebih cepat atau lebih lambat bergantung dari kondisi dekomposer serta bahan baku kompos. Pupuk kompos yang sudah masak dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau. 
Untuk melakukan perbaikan tampilan (jika pupuk kompos akan di jual) serta supaya bisa disimpan lama, baiknya kompos diayak serta di kemas dalam karung. Taruh pupuk kompos ditempat kering serta teduh. 

Langkah membuat kompos cara anaerob 
Langkah membuat kompos dengan cara anaerob umumnya membutuhkan inokulan mikroorganisme (starter) untuk percepat proses pengomposannya. Inokulan terbagi dalam mikroorganisme pilihan yang dapat menguraikan bahan organik secara cepat, seperti efisien mikroorganime (EM4). 

Di market ada juga type inokulan dari beberapa merk seperti superbio, probio, dan lain-lain. Jika tidak ada dana yang cukuplah, kita dapat juga membuat sendiri inokulan efisien mikroorganisme. 

Bahan baku yang dipakai baiknya material organik yang memiliki perbandingan C serta N tinggi (lebih dari 30 : 1). Beberapa salah satunya merupakan serbuk gergaji, sekam padi serta kotoran kambing. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kompos dengan cara anaerob dapat 10-80 hari, bergantung pada efektifitas dekomposer serta bahan baku yang dipakai. Suhu maksimal sepanjang proses pengomposan sekitar 35-45oC dengan tingkat kelembapan 30-40%. 

Tersebut bagian langkah membuat kompos dengan proses anaerob. 

Sediakan bahan organik yang akan dikomposkan. Baiknya pilih bahan yang lunak terbagi dalam limbah tanaman atau hewan. Bahan yang dapat dipakai diantaranya, hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dan lain-lain. Rajang bahan itu sampai halus, makin halus makin baik. 
Sediakan dekomposer (EM4) menjadi starter. Triknya, campur 1 cc EM4 dengan 1 liter air serta 1 gr gula. Lalu diamkan sepanjang 24 jam. 
Ambillah terpal plastik menjadi alas, taruh bahan organik yang telah dirajang halus diatas terpal. Campur serbuk gergaji pada bahan itu untuk meningkatkan nilai perbandingan C serta N. Lalu semprotkan larutan EM4 yang sudah diencerkan yang barusan. Aduk hingga sampai rata, jagalah kelembapan pada rata-rata 30-40%, jika kurang lembab dapat disemprotkan air. 
Sediakan tong plastik yang kedap hawa. Input bahan organik yang telah digabung yang barusan. Lalu tutup rapat-rapat serta diamkan sampai 3-4 hari untuk melakukan proses fermentasi. Suhu pengomposan ketika fermentasi akan sekitar 35-45oC. 
Sesudah empat hari teliti kematangan kompos. Pupuk kompos yang masak dicirikan dengan baunya yang harum seperti bau tape. 

Jumat, 31 Juli 2015

PROSES PENGUJIAN UJI MESIN PERAJANG / PENCACAH / PENGILING / PENGHANCUR KOMPOS SERBAGUNA DENGAN RERUMPUTAN DAN JERAMI

PROSES PENGUJIAN UJI  MESIN PERAJANG / PENCACAH / PENGILING / PENGHANCUR KOMPOS SERBAGUNA DENGAN RERUMPUTAN DAN JERAMI 

Mesin Perajang Rumput Dan JeramiMesin Perajang Rumput Dan Jerami

Waktu Pengujian           : Tanggal 28 April 2015
Tipe Mesin                      : Mesin Perajang Kompos Multifungsi KM-CH60J
Bahan Baku Pengujian  : Rerumputan dan jerami
Ukuran Saringan           : 13 mm ( 1,3 cm)
Lokasi                              : Workshop CV.KIOS MESIN di Dongkelsari Ngemplak Sleman

Mesin Perajang Rumput Dan Jerami

mesin perajang kompos atau mesin pencacah kompos multifungsi Tipe KM-CH60J Adalah pesanan dari customer kami di Solo Jawa Tengah, Sehari sebelum pengiriman kami melakukan uji coba mesin tersebut untuk melihat performa mesin dan ketahanan mesin. 

Bahan baku yang kami gunakan adalah jerami basah dan rerumputan ( alang-alang, rumput menjalar dan tumbuhan kecil ). Bahan-bahan yang kami gunakan untuk uji coba kali ini memiliki karakter serat tinggi dan lentur jika dipotong namun dengan mesin perajang kompos atau mesin pencacah kompos multifungsi Tipe KM-CH60J produksi kami  bisa tercacah atau terajang  secara baik dan tidak melilit di pisau tidak seperti mesin lain atau mesin konvensional. Sebenarnya hasil kelembutan bisa diset tinggal menganti saringan lebih kecil tidak akan menganggu produktivitas dan efektivitas perajangan mesin perajang kompos atau mesin pencacah kompos multifungsi Tipe KM-CH60J kami dengan alasan kedua bahan baku tersebut memiliki kadar air yg tidak terlalu tinggi sehingga jika dirajang dengan saringan lebih kecil tidak mampat di saringan namun permintaan dari customer meminta hasil rajangan tidak terlalu lembut namun bahan baku tidak melilit di pisau perajang

Berikut hasil Rajangan mesin perajang kompos atau mesin pencacah kompos multifungsi Tipe KM-CH60J




Untuk Mengetahui Info Lebih Lengkap Untuk Mesin - Mesin Tersebut Silahkan Kontak



082138161990 ( SIMPATI )

087739688150 ( XL)

Senin, 13 Juli 2015

PERBANDINGAN MESIN - MESIN PERAJANG / PENCACAH / PENGGILING KOMPOS ATAU SAMPAH ORGANIK

ULASAN MENGENAI 
PERBANDINGAN MESIN - MESIN PERAJANG / PENCACAH / PENGGILING 
KOMPOS ATAU SAMPAH ORGANIK


Disini kami akan paparkan mengenai berbagai model Mesin pencacah / Perajang / Penggiling Kompos  yang beredar dipasaran agar lebih calon konsumen mengenal karakter mesin yang di butuhkan dengan tepat dikarenakan setiap bahan baku yang ingin di rajang atau dihancurkan memiliki karakter yang berbeda. Mari kita bahas satu persatu Mesin pencacah / Perajang / Penggiling Kompos  yang beredar dipasaran

A. Jenis Pertama ( Tipe Serbaguna )

Mesin pencacah / Perajang / Penggiling Kompos  serbaguna ini adalah jenis mesin yang saat ini kami kembangan dan kami tawarkan dengan berbagai tipe dari  KM-CH50J, KM-CH60J, KM-CH100J

Kelebihan Mesin pencacah / Perajang / Penggiling Kompos  ini :
  • Cakupan bahan yang bisa di rajang / dicacah : cukup banyak terutama serat tinggi kecuali benda keras seperti batok kelapa, cangkang kemiri, biji salak, dll
  • Pengatur Kelembutan : Cukup dengan menganti saringan sesuai kebutuhan
  • Kondisi Bahan Baku : Basah atau kering bisa di hancurkan / dicacah dengan baik
  • Tingkat Keamanan : Cukup aman karena bahan tidak dipegang tapi dilepas saat proses pencacahan atau penggilingan
  • Untuk mencacah bahan serat tinggi dan menjalar : seperti jerami, rumput menjalar, janggel jagung daun kelapa, pohon ubi jalar ,dll Tidak melilit, tingkat kelembutan hasil rajangan / cacahan bisa diatur
  • Untuk mencacah atau menggiling bahan bijian : seperti jagung, kulit kopi, kulit kacang, sekam, dll bisa digunakan sampai tingkat kelembutan dengan saringan 1-2 mm
  • Untuk menggiling bahan lain-lain : Seperti kotoran hewan , kompos mesin ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menggiling lembut atau kasar atau lembut untuk produk tersebut
  • Purna jual : spare part pisau banyak dijual dipasaran dan mudah didapat disekitar 

B. Jenis Kedua ( Tipe Lama Cacah Kompos)


Dipasaran banyak sekali yang menawarkan mesin dengan bentuk tersebut untuk digunakan mencacah atau merajang kompos atau sampah organik Kontruksi mesin tersebut telah lama dikenal sebagai mesin pencacah kompos yang biasanya digunakan untuk merajang sampah organik dan paling tepat menurut kami hanya untuk dedaunan pohon tapi untuk bahan lain ???

Berikut kami bandingkan dengan Mesin pencacah / Perajang / Penggiling Kompos Serbaguna
  • Cakupan bahan yang bisa di rajang / dicacah : terbatas hanya untuk berbatang sedikit keras seperti rumput gajah, batang jagung, ranting pohon  tapi untuk bahan lentur atau menjalar tidak maksimal
  • Pengatur Kelembutan : tidak bisa diatur, hanya konsekuensi jika ingin lembut cari mesin dengan jumlah pisau yang banyak dan rapat itupun tidak maksimal
  • Kondisi Bahan Baku : Basah bisa digunakan untuk produk kering dapat maksimal kecuali untuk bahan lentur atau menjalar tidak maksimal
  • Tingkat Keamanan : Cukup aman karena bahan tidak dipegang tapi dilepas saat proses pencacahan atau penggilingan
  • Untuk mencacah bahan serat tinggi dan menjalar : seperti jerami, rumput menjalar, janggel jagung , pohon ubi jalar,  daun kelapa, dll akan melilit setelah pemakaian tidak begitu lama
  • Untuk mencacah atau menggiling bahan bijian : seperti jagung, kulit kopi, kulit kacang, sekam, dll Tidak bisa digunakan sampai tingkat kelembutan yang diinginkan krn tdk dilengkapi saringan dan kontruksi pisau yg kurang sesuai
  • Untuk menggiling bahan lain-lain : Seperti kotoran hewan , kompos mesin ini bisa dimanfaatkan dengan cukup baik tapi tingkat keseragaman kelembutan tidak bisa diatur
  • Purna jual : spare part pisau sulit di dapat krn biasanya handmade jika rusak harus membeli ke produsen mesin hal ini membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih besar padahal produksi harus jalan terus
KAMI DISINI PAPARKAN SESUAI PENGALAMAN DAN RISET KAMI YANG CUKUP LAMA.

Untuk Mengetahui Info Lebih Lengkap Untuk Mesin - Mesin Tersebut Silahkan Kontak



082138161990 ( SIMPATI )

087739688150 ( XL)

MESIN PENCACAH KOMPOS / MESIN PERAJANG KOMPOS / MESIN PENGGILING KOMPOS / MESIN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK ( APPO )

MESIN PENCACAH KOMPOS / MESIN PERAJANG KOMPOS / MESIN PENGGILING KOMPOS ( APPO )


MESIN PENCACAH KOMPOSMESIN PERAJANG KOMPOS

CV. KIOS MESIN menawarkan Mesin Pencacah Kompos / Mesin Perajang Kompos / Mesin Penggiling Kompos MODEL TERBARU Dengan Berbagai Kelebihan di bandingkan mesin model lama
  1. Mesin Anti melilit untuk bahan - bahan baku yang berserat tinggi dan menjalar seperti : jerami kering, rumput menjalar, tas kresek, dahan pisang, dll
  2. Pisau terbuat dari besi baja dan Knock down
  3. Part pisau mudah di dapat dipasaran 
  4. Tingkat kelembutan bisa distel sesuai kebutuhan 
  5. Lebih Multi fungsi bisa untuk menghancurkan limbah pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan
  6. Bisa mencacah lembut untuk produk kering atau basah
Berikut bahan baku kompos yang bisa di rajang / dicacah / digiling dengan Mesin Pencacah Kompos / Mesin Perajang Kompos / Mesin Penggiling Kompos 
Sampah rumah tangga, kertas, plastik, daun- daunan, rumput, jerami, tanaman jagung, kulit kacang, kulit kakao, kulit singkong, kulit kopi, alang-alang, sekam padi, sabut kelapa, gedebok pisang, ranting, tanaman kacang, kotoran hewan, kulit udang, janggel jagung, tanaman singkong, dll

mesin penggiling komposmesin appo kompos

Spesifikasi

KM-CH50-J
·       Dimensi : 60 x 50 x 70 cm
·       Material corong : Plat Besi
·       Material tabung : Plat besi
·       Material pisau : Besi baja
·       Material rangka : Siku besi
·       Jumlah pisau : 4 Buah ( 2 lajur gerak dan diam )
·       Penggerak : Engine bensin 5,5 HP 
·       Kapasitas : 200 - 300 kg/jam ( Produk basah )*
·       Kapasitas : 100 - 200 kg/jam ( Produk kering )*
*tergantung saringan

Spesifikasi

KM-CH60-J
·       Dimensi : 80 x 50 x 80 cm
·       Material corong : Plat Besi
·       Material tabung : Plat besi
·       Material pisau : Besi baja
·       Material rangka : Siku besi
·       Jumlah pisau : 4 Buah ( 2 lajur gerak dan diam )
·       Penggerak : Diesel 7,5 HP 
·       Kapasitas : 300 - 400 kg/jam ( Produk basah )*
·       Kapasitas : 200 - 300 kg/jam ( Produk kering )*
*tergantung saringan

Spesifikasi

KM-CH100-J
·       Dimensi : 90 x 60 x 100 cm
·       Material corong : Plat Besi
·       Material tabung : Plat besi
·       Material pisau : Besi baja
·       Material rangka : Unp Dan Siku besi
·       Jumlah pisau : 5 Buah ( 3 lajur gerak dan 2diam )
·       Penggerak : Diesel 10 HP 
·       Kapasitas : 400 - 500 kg/jam ( Produk basah )*
·       Kapasitas : 300 - 400 kg/jam ( Produk kering )*
*tergantung saringan

Spesifikasi

KM-CH500-J
·       Dimensi : 95 x 70 x 110 cm
·       Material corong : Plat Besi
·       Material tabung : Plat besi
·       Material pisau : Besi baja
·       Material rangka : Unp Dan Siku besi
·       Jumlah pisau : 6 Buah ( 4 lajur gerak dan 2 diam )
·       Penggerak : Diesel 16 HP 
·       Kapasitas : 500 - 750 kg/jam ( Produk basah )*
·       Kapasitas : 400 - 500 kg/jam ( Produk kering )*
*tergantung saringan

HASIL PENCACAHAN DENGAN MESIN PENCACAH KOMPOS / MESIN PERAJANG KOMPOS / MESIN PENGGILING KOMPOS ( APPO )



Untuk Mengetahui Info Lebih Lengkap Untuk Mesin - Mesin Tersebut Silahkan Kontak



082138161990 ( SIMPATI )

087739688150 ( XL)